Mahasiswa IAIN Langsa Fakultas Syariah Jurusan Hukum Keluarga Islam melakukan praktikum di “Sanggar Seni Gerabah” pada mata Kuliah Enterprenuership, dengan dosen pengampu Ibu Jaidatul Fikri, M.Si berlokasi di BTN Seuriget. Desa Serambi Indah. No.06 Blok G. Samping Masjid Desa Al- Mutaqin.

Pemilik sanggar seni gerabah ini bernama Aswan.S.Dirja beliau merupakan orang yang talent dan pemerhati seni, dimana beliau mendalami seninya ke Jogja. Banyak yang beliau pelajari disana yaitu: seni batik, lukis, gerabah, dan musik. Bahkan itu merupakan atensibeliau sejak dulu. Dan di Kota Langsa ini ada beberapa hasil karya beliau yaitu: hiasan di bambu runcing, dan lukisan di pagar Walikota Langsa.

Beliau telah memamerkan hasil karyanya di berbagai pameran seni salah satunya pada saat PKA di Banda Aceh kemarin. Dan sering memenangkan ajang perlombaan di kancah Nasional sampai ke negara tetangga Malaysia. Harapan beliau membuka sanggar seni ini: “menjadi edukasi seni dan budaya terhadap masyarakat kota langsa, negara, bahkan sampai mendunia. Dan menjadi salah satu tempat pariwisata Kota Langsa, yang tidak hanya Hutan Manggrove, Hutan Lindung, Villa Indah, dll”, ujar pak Aswan

Sebagaimana hasil wawancara kami dengan pemilik gerabah tentang bagaimana proses pembuatan gerabah, pengambilan tanahnya, dan trik untuk membuat gerabah yang bagus.

“Dimana tempat pengambilan bahan untuk membuat gerabah ini pak?”, tanya mahasiswa

“Kami mengambilnya dari beberapa tempat yaitu di Hutan Lindung, Bukit Tinggi, dan Aramiya”, ujar Pak Aswan

“Lalu tanah itu gimana lagi pak prosesnya”, sambung Bu Jaidatul.

“Tanah ini setelah di gali kemudian di diamkan dulu beberapa hari dan di giling ke dalam mesin 2-3 kali sampai mengahasilkan tanah yang elastis dan lumat. Kemudian siap di bentuk bulat dan di letakkan di atas keramik yang di bantu dengan alat putar berupa subang pelarik atau alat putar elektrik. Setelah dibentuk dan sudah jadi, tidak boleh langsung di bakar karena akan meledak, tunggu dulu sampai kering. Dan tempat pembakarannya ada 2 ukuran: pertama, ukuran yang muatannya 60, kurang lebih lama bakarnya 9 jam. Dan kedua, ukuran muatannya mencapai lebih dari 1.000, lama bakarnya 2 hari 2 malam”, jawab Pak Aswan  

“Ada beberapa teknik membuat gerabah ini yaitu throwing (putar), slabing (lempeng), press (tekan), dll” sambung pak aswan

Namun yang kami pelajari hari ini ialah teknik throwing yaitu teknik putar dengan cara mengambil segumpal tanah liat, di letakkan diatas keramik yang dibantu dengan alat putar berupa subang pelarik. Lalu tekan tanah liat dengan kedua tangan sambil menaruh ibu jari di tengah dan di putar, kemudian di bentuk tanah liatnya sesuai dengan selera masing-masing mahasiswa.

Dengan Adanya Kegiatan praktikum ini kita Berharap untuk dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berkreasi, berinovasi, serta meningkatkan skil tidak hanya di bidang akademik namun di bidang kinestetik. Dan dapat menjadi bergerak, bergerak, berdampak Khususnya di Kota Langsa.”