IAIN Langsa Gelar Zawiyah International Conference on Sharia and Legal Studies (ZICONS) Pertama
Langsa â Fakultas Syariah IAIN Langsa sukses menyelenggarakan The First Zawiyah International Conference on Sharia and Legal Studies (ZICONS), sebuah konferensi internasional yang menjadi langkah penting dalam memperkuat keunggulan akademik, membangun kolaborasi antarperguruan tinggi, serta memperluas dialog konstruktif di bidang syariah dan kajian hukum dalam konteks global yang terus berkembang.
Kegiatan ini diawali dengan laporan panitia oleh Khairul Fuadi, M.Sc, yang menyampaikan rangkuman teknis pelaksanaan dan capaian akademik konferensi. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi melalui welcome speech oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Yaser Amri, M.A., yang menegaskan komitmen fakultas dalam mendorong penguatan riset dan jejaring internasional.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah mitra bergengsi yang memberikan dukungan besar terhadap terselenggaranya forum akademik internasional ini. Di antara lembaga mitra tersebut ialah:
The Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV), Universiti Sains Malaysia, yang dikenal sebagai pusat unggulan riset pengembangan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Program Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang aktif berkontribusi dalam pengembangan wacana hukum dan ekonomi syariah.
Dayah Dar Faqih Qurani, lembaga pendidikan Islam yang menjembatani khazanah keilmuan tradisional dengan pendekatan akademik modern.
Konferensi ini juga menghadirkan pembicara tamu dari Malaysia, Libya, Mesir, dan Indonesia, yaitu:
Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syakir Mohd Rosdi, Syaikh Abu Muâadz Abdul Hayy âUwaynah, Dr. Mowafq Abrahem Masuwd Mail, M.A., Prof. Dr. Iskandar Budiman, M.CL, Dr. Dede Permana, M.A., dan Dr. Muhammad Alkaf, M.Si.

Pada pelaksanaannya, ZICONS digelar secara hybrid dengan jumlah peserta lebih dari 190 orang dari 45 institusi. Sebanyak 20 peserta hadir langsung di Langsa, sementara lainnya mengikuti secara daring.
Total karya ilmiah yang diterima panitia berjumlah 110 makalah, dengan peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Turkiye, Nigeria, dan Georgia. Seluruh makalah terpilih akan dipublikasikan pada jurnal-jurnal yang dikelola panitia.

Dengan mengusung tema âRevitalizing Sharia for Global Challengeâ, konferensi ini mendorong para akademisi untuk mengkaji secara kritis dan konstruktif peran prinsip-prinsip hukum Islam dalam merespons dinamika dunia modernâmulai dari perkembangan teknologi, globalisasi, krisis lingkungan, kesenjangan ekonomi, hingga perubahan nilai sosial.
Dalam sambutannya, pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia. Meski menghadapi keterbatasan finansial dan teknis, ZICONS dapat terlaksana dengan baik berkat kerja keras panitia, komitmen lembaga mitra, serta dukungan penuh sivitas akademika Fakultas Syariah.
Penyelenggara berharap konferensi internasional ini tidak hanya menghasilkan diskusi akademik yang bernas, tetapi juga menjadi pijakan bagi kerja sama jangka panjang lintas negara dan disiplin ilmu.
Kembali ke Halaman Utama