Fakultas Syariah IAIN Langsa dan pesantren dar faqih qurani perkuat kolaborasi melalui workshop bahasa

07 Sep 2025
Administrator
111 views

Langsa – Pesantren Dar Faqih Qurani kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan santri dengan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Percepatan Program Bahasa, Ahad, 7 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema: “Bahasa sebagai Identitas dan Prestasi: Peran Role Model dan Strategi dalam Upaya Optimalisasi Pembelajaran Santri.”

Workshop ini menjadi wujud nyata implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara IAIN Langsa dan Pesantren Dar Faqih Qurani, khususnya dalam mendukung penguatan kapasitas bahasa para santri sebagai modal utama menjawab tantangan pendidikan Islam modern.

Tiga akademisi terkemuka hadir sebagai narasumber utama, yakni Dr. H. Awwaluz Zikri, Lc., MA (dosen Fakultas Syariah sekaligus Pimpinan Dayah Darul Faqih Langsa), Dr. Zulfikar, MA (Direktur Pascasarjana IAIN Langsa), dan Budi Juliandi, MA (Wakil Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa).

Pada Sesi I, Dr. H. Awwaluz Zikri, Lc., MA memaparkan materi “Urgensi Penerapan Bahasa di Pesantren.” Beliau menegaskan bahwa bahasa bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga identitas keilmuan yang menghubungkan santri dengan khazanah klasik maupun literatur modern. “Bahasa adalah wajah dari ilmu, dan dalam konteks pesantren, ia menjadi pintu utama dalam memahami tradisi keilmuan Islam sekaligus menjawab tantangan pendidikan kontemporer,” ungkapnya.

Berlanjut pada Sesi II, Dr. Zulfikar, MA membawakan materi “Strategi Peningkatan Kemampuan Santri dalam Keterampilan Berbahasa Arab.” Ia menekankan pentingnya pendekatan pedagogis yang aplikatif dan kontekstual, di mana santri tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk aktif mempraktikkannya. “Kemampuan berbahasa Arab adalah kunci keterhubungan santri dengan sumber ilmu primer. Strategi pembelajaran harus berorientasi praktik agar kompetensi santri terus meningkat,” jelasnya.

Kemudian, pada Sesi III, Ustadz Budi Juliandi, MA mengupas topik “Penerapan Berbahasa Asing dan Problem Role Model.” Ia menyoroti pentingnya figur teladan dalam lingkungan pesantren. “Santri tidak cukup hanya mendapat instruksi, tetapi juga membutuhkan contoh nyata bagaimana bahasa digunakan secara aktif dalam keseharian. Role model adalah faktor penting yang menghidupkan bahasa di pesantren sekaligus menumbuhkan motivasi belajar santri,” tegasnya. Karena kedisiplinan penerapan bahasa internasional Arab dan Inggris sebagai bahasa komunikasi resmi dayah harus benar-benar diimplementasikan oleh Dayah Dar Faqih Qur'ani. Gontor bisa dijadikan rujukan success story dalam aplikasinya.

Workshop ini diikuti dengan antusias oleh para guru dan santri. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat penguasaan bahasa—baik Arab maupun Inggris—di lingkungan Pesantren Dar Faqih Qurani. Dengan adanya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren, program seperti ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif dalam pengembangan kualitas sumber daya santri di masa depan.


Kembali ke Halaman Utama