UKM Relawan Bahasa Internasional Fakultas Syariah IAIN Langsa Selenggarakan Seminar Berbahasa Inggris
UKM Relawan Bahasa Internasional Fakultas Syariah IAIN Langsa Selenggarakan Seminar Berbahasa Inggris dengan Tema Peran Bahasa Inggris dalam Pola Aktivisme Gen-Z Global
Langsa, 27 Oktober 2025 â Bahasa Inggris bukan lagi sekadar bahasa internasional, melainkan alat ampuh untuk menyuarakan perubahan global. Pesan inilah yang menjadi ruh kegiatan bertajuk âEnglish for Change: Gen Z and the Language of Global Activismâ yang digelar oleh Volunteer of International Language Implementation di Aula SBSN IAIN Langsa, Senin (27/10).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber inspiratif: Rizki Ananda, S.Pd., M.Appling (Dosen Bahasa Inggris Universitas Samudera) dan Mhd. Rasid Ritonga, M.A., Ph.D. (Anggota Association of Indonesian Translators). Seminar ini diikuti antusias oleh mahasiswa IAIN Langsa serta tamu undangan dari English Department Student Association (EDSA) Universitas Samudera.

Dalam pemaparannya, Rizki Ananda menyoroti peran generasi muda, khususnya Gen Z, dalam gerakan perubahan global. Ia menjelaskan bahwa generasi ini tumbuh di era digital dengan akses luas terhadap informasi, yang menjadikan mereka agen perubahan yang aktif melalui berbagai platform global. âGen Z tidak hanya mewarisi dunia digital, tapi juga memanfaatkannya untuk menciptakan solidaritas lintas bangsa melalui isu-isu seperti keadilan sosial, lingkungan, dan kesetaraan,â ujarnya.
Rizki juga menyinggung contoh nyata peran pemuda dalam sejarah perubahan dunia, seperti Revolusi Prancis, Sumpah Pemuda, hingga Reformasi 1998. âSejarah menunjukkan bahwa setiap perubahan besar selalu melibatkan semangat generasi muda,â tegasnya, sambil menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris memperluas jangkauan advokasi mereka ke tingkat global.
Sementara itu, Dr. Mhd. Rasid Ritonga mengangkat topik âVoices That Travel: How Gen Zâs English Ignites Global Movementsâ. Ia menjelaskan bagaimana bahasa Inggris menjadi penghubung bagi ide dan gerakan lintas negara. Melalui media sosial, kampanye digital, dan forum internasional, Gen Z menggunakan bahasa ini bukan hanya untuk berkomunikasi, melainkan untuk membangun narasi perubahan global. âBahasa Inggris memberi daya jangkau dan legitimasi bagi pesan-pesan aktivisme. Hashtag seperti #BlackLivesMatter, #FreePalestine, atau #FridaysForFuture menunjukkan bagaimana satu bahasa bisa menyalakan solidaritas dunia,â ungkapnya.
Kegiatan ini dimoderatori dengan apik oleh Raudhatul Hurin, mahasiswa semester I Hukum Tata Negara Fakultas Syariah IAIN Langsa, yang berhasil menjaga suasana seminar tetap hidup dan komunikatif dalam nuansa berbahasa Inggris. Utusan Mahasiswa EDSA Universitas Samudra Langsa turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan seminar ini. Interaksi peserta semakin semarak dengan sesi tanya jawab yang produktif. Para penanya terpilih memperoleh souvenir menarik, menambah semangat dan keceriaan forum.
Seminar ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia. Selain memperluas wawasan peserta tentang pentingnya bahasa Inggris dalam advokasi global, kegiatan ini juga mempererat jejaring antar mahasiswa lintas kampus. Peserta mendapatkan berbagai manfaat seperti e-certificate, doorprize, serta pengalaman berharga mengenai bagaimana bahasa bisa menjadi alat untuk perubahan dunia yang lebih adil dan berkeadaban.
Kembali ke Halaman Utama